Keamanan Super Ketat, Delegasi Ktt G20 Bawa Mobil Anti Peluru
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) Setya Utama menuturkan persiapan fasilitasi bagi delegasi yang akan hadir pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 terus dimatangkan.
Menurutnya, ada banyak permintaan dari tamu negara termasuk di antaranya menjinjing kendaraan beroda empat anti peluru.
"Di setiap aktivitas internasional ada juga yang meminta kepraktisan untuk diberikan kendaraan keras. Kendaraan keras itu bullet proof ya, kami akomodir," kata Setya dalam media briefing Senin (7/11/2022).
Negara, lanjut Setya, tidak mungkin melayani seluruh undangan itu mengingat terbatasnya armada yang dimiliki Indonesia.
Indonesia memperbolehkan negara yang ingin menjinjing kendaraan keras, pastinya mesti melalui mekanisme.
"Kami sarankan bagi mereka yang punya, mereka mampu membawa sendiri kita punya namun terbatas dan kita berikan terhadap mereka tentu saja first come first serve. Jadi mereka yang meminta lebih dahulu kita berikan," ujarnya.
Pemerintah Indonesia juga mengerjakan perundingan terhadap tamu negara yang mau hadir di KTT G20 semoga tidak begitu banyak menenteng rombongan delegasi.
Hal tersebut mengenang terbatasnya daya tampung penginapan hingga lalu lintas di Kawasan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua.
"Supaya traffic ini di sekitaran Nusa Dua utamanya dan Bali tidak menjadi stuck alasannya adalah banyaknya utusan yang datang," kata Setya.
Setya menyertakan pemerintah berupaya optimal menyediakan pelayanan terhadap utusan mulai dari kedatangan di bandara hingga kepulangan.
Rangkaian persiapan itu telah berjalan semenjak September 2021 sampai H-7 KTT G20.
"Tentu saja penyambutan, kita harus mampu melaksanakan manage kapan seluruh pesawat itu hadir dari 40 tamu negara yang mau hadir. Dari parkir stand-nya di mana pesawat itu akan parkir," ucap Setya.
Dia menyebut tidak semua pesawat delegasi ditampung di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Ada 11 Bandara di Indonesia yang siap menampung parkir pesawat tamu negara di antaranya, Surabaya, Lombok, Ujung Pandang, Balikpapan, Banjarmasin, Yogyakarta, Semarang, Solo, Halim Perdana Kusuma, Cengkareng dan Banyuwangi.
"Kami tidak cuma menggunakan bandara di Bali tetapi juga di seluruh Indonesia hingga dengan Makassar," imbuhnya.
Optimalisasi Kendaraan Listrik
Jumlah kendaraan listrik yang dibutuhkan untuk mobilitas para delegasi KTT G20 yang digelar di Bali pada 15-16 November 2022 lebih dari 1.000 unit.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno menandakan penggunaan mobil listrik adalah bentuk mempunyai imbas kesepakatan Indonesia untuk bertransisi ke penggunaan angkutanramah lingkungan.
Hal ini sekaligus mencerminkan upaya Indonesia dalam menyanggupi target penurunan emisi gas rumah beling.
"Kebutuhan unit mobil listrik selama G20 yang kita gunakan akan berjumlah 962 unit mobil listrik, 454 unit motor listrik, dan 36 unit bus listrik," urainya.
Ia melanjutkan, sejumlah Kementerian, Lembaga, dan Swasta melakukan sinergi untuk memenuhi kebutuhan kendaraan listrik pada event tersebut.
"Kita ingin memanfaatkan KTT G20 selaku saat-saat menampilkan janji kita mengorganisir transisi energi menuju energi bersih, menyikapi pergeseran iklim, menggunakan energi terbarukan, dan juga merealisasikan net zero emission di 2060," papar Pratikno.
Pemerintah telah memperoleh pinjaman kendaraan listrik dari pihak swasta mirip 393 unit kendaraan dari PT Hyundai Motors Indonesia.
Kendaraan yang diserahkan berisikan 44 unit Hyundai Genesis Electrified G80 Special Edition, 87 unit Hyundai Genesis G80, dan 262 unit Hyundai Ioniq 5.
Selain itu pemerintah juga menemukan 143 kendaraan dari PT Toyota-Astra Motor yang berisikan 41 unit Toyota BZ4X dan 102 unit Lexus UX 300e.
Teranyar, pemerintah mendapatkan pemberian mendapatkan 300 air electric vehicle dari Wuling Motors yang mau dipakai oleh panitia nasional dan utusan KTT G20.
Wuling Motors menyerahkan 216 unit tipe long range dan 84 unit tipe standard range.
"Ini akan menjadi bagian penting untuk memperkuat ekosistem kendaraan beroda empat listrik di Indonesia. Pemerintah bersusah payah untuk membuatkan positif ekosistem mobil listrik, selaku bagian dari green economy kita,” ujar Pratikno. (Tribun Network/Reynas Abdila)
Sumber darihttps://www.tribunnews.com/internasional/2022/11/08/keamanan-super-ketat-utusan-ktt-g20-bawa-kendaraan beroda empat-anti-peluru?page=all
Posting Komentar untuk "Keamanan Super Ketat, Delegasi Ktt G20 Bawa Mobil Anti Peluru"